Selasa, 04 Desember 2012

Mengapa beberapa orang tidak merayakan Natal ?

Pembaca Bertanya . . .

Mengapa Beberapa Orang Tidak Merayakan Natal?


Di seluruh dunia, hampir dua miliar orang merayakan Natal setiap 25 Desember, dan ada setidaknya 200 juta orang yang merayakan kelahiran Yesus Kristus pada 7 Januari. Namun, ada jutaan orang lainnya yang tidak mau merayakannya sama sekali. Mengapa?
Satu alasannya, mereka mungkin tergabung dalam agama di luar Kristen. Beberapa di antaranya adalah agama Yahudi, Hindu, atau Shinto. Yang lain, seperti orang ateis, agnostik, penganut kebebasan berpikir, atau humanis sekuler, memandang kisah Natal sebagai mitos belaka.

Asal usul Natal zaman modern


Asal
Usul Natal Zaman Modern

BAGI jutaan orang di seluruh dunia, Natal adalah saat yang penuh sukacita dalam setahun. Inilah waktunya untuk makan-makan, menjalankan tradisi turun-temurun, dan menikmati kebersamaan dalam keluarga. Hari Natal adalah juga kesempatan bagi sahabat dan sanak saudara untuk bertukar kartu dan hadiah.

Akan tetapi, 150 tahun yang lalu, Natal sebenarnya merupakan hari raya yang sangat berbeda. Dalam bukunya, The Battle for Christmas, profesor sejarah Stephen Nissenbaum menulis, ”Natal . . . adalah saat untuk bermabuk-mabukan karena aturan-aturan yang menuntun perilaku manusia dalam masyarakat untuk sementara diabaikan demi ’karnaval’, semacam Mardi Gras di bulan Desember.”

Bagi orang yang sangat menghormati Natal, gambaran ini mungkin mengganggu perasaannya. Mengapa orang-orang sampai hati menodai hari raya yang bertujuan memperingati kelahiran Putra Allah? Jawabannya mungkin mengejutkan saudara.

Bintang apa yg menunutun orang Majus ?

Bintang
Apa yang Menuntun ”Orang-Orang Majus” kepada Yesus?
Berbagai kisah Natal yang populer menggambarkan bintang itu sebagai pertanda baik dari surga. Benarkah demikian?



Keunikan bintang itu menarik perhatian ”orang-orang majus” dari Timur, dan bintang itu akhirnya menuntun mereka kepada Yesus yang masih kecil, tutur penulis Alkitab Matius. (Matius 2:1-12, Terjemahan Baru) Berbagai kisah Natal yang populer menggambarkan bintang itu sebagai pertanda baik dari surga. Sebuah referensi menjelaskan bahwa bintang itu merupakan bagian dari ”pengaturan yang sudah ditetapkan Allah agar . . . Yesus yang masih kecil dihormati dan diakui oleh Bapak sebagai Putra yang dikasihi”. Malah, bintang ini sering disanjung dalam lagu-lagu Natal. Bintang apa ini?

Apa kebenaran mengenai Betlehem dan hari Natal ?







Apa
Kebenaran mengenai Betlehem dan Hari Natal?

”PADA waktu kita berpikir mengenai Misteri Betlehem kita tidak dapat menghindari pertanyaan-pertanyaan dan keragu-raguan yang muncul dalam pikiran kita.”—Betlehem, karya Maria Teresa Petrozzi.

’Mengapa ada pertanyaan dan keragu-raguan?’ saudara mungkin bertanya. Padahal, berbagai kepercayaan mengenai Natal, dan tempat-tempat yang bersangkutan dengan kepercayaan-kepercayaan itu, didasarkan atas fakta. Atau, betulkah demikian?

Bilamana
Ia Lahir?

Mengenai tanggal kelahiran Yesus, Maria Teresa Petrozzi bertanya, ”Kapan tepatnya sang Penebus lahir? Kita ingin mengetahui bukan hanya tahun tetapi juga bulan, hari, jamnya. Ketepatan matematika tidak disediakan bagi kita.” New Catholic Encyclopedia memperkuat hal ini, ”Tanggal kelahiran Kristus Yesus hanya dapat dihitung secara kira-kira.” Mengenai tanggal yang diberikan untuk kelahiran Kristus ensiklopedi itu berkata, ”Tanggal 25 Desember tidak cocok dengan kelahiran Kristus melainkan dengan perayaan Natalis Solis Invicti, perayaan Roma pada waktu matahari berada pada titik baliknya.”

Senin, 26 November 2012

Semangat Natal Kian Pudar?

 



”Kita sering terjebak dalam ingar bingar Natal. Waktu biasanya habis untuk mengurus berbagai kesibukan yang sudah menjadi tradisi, dan waktu yang seharusnya dikhususkan untuk keluarga dan sahabat pun tersita. Kebahagiaan yang seharusnya kita rasakan kadang malah tertutup oleh stres yang kita alami.”​—MANTAN GUBERNUR OKLAHOMA [AS] BRAD HENRY, 23 DESEMBER 2008.

Apakah Anda Memang Pernah Hidup Sebelumnya?

 



”Terlahir kembali adalah suatu fakta, orang hidup berasal dari orang mati adalah fakta juga, dan jiwa orang mati benar-benar ada.”​—PLATO, FILSUF YUNANI, ABAD KE-5 SM, MENGUTIP PERKATAAN ”SOKRATES”.
”Jiwa harus hidup dalam tubuh namun jiwa bukan tubuh; itu tinggal dalam suatu tubuh dan pindah dari satu tubuh ke tubuh lain.”​—GIORDANO BRUNO, FILSUF ITALIA, ABAD KE-16 M.
”Tidak ada yang benar-benar mati: manusia hanya berpura-pura mati . . . dan seolah melihat ke luar jendela, mereka baik-baik saja, tersamar dalam wujud baru yang berbeda.”​—RALPH WALDO EMERSON, PENULIS DAN PENYAIR AMERIKA, ABAD KE-19 M.

Hebrew interlinier